Kamis, 14 Oktober 2010

Peran-Peran Baru Bagi Fungsi Sumber Daya Manusia dan Para Praktisinya

Globalisasi yang terjadi belakangan ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi kelangsungan hidup organisasi. Globalisasi telah menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan yang begitu cepat di dalam bisnis, yang menuntut organisasi untuk lebih mampu beradaptasi, mempunyai ketahanan, mampu melakukan perubahan arah dengan cepat, dan memusatkan perhatiannya kepada pelanggan. Globalisasi ini juga dapat memunculkan bahaya, sekaligus kesempatan bagi organisasi. Menurut pakar perubahan John P. Kotter (1995) dalam bukunya Leading Change, globalisasi yang terjadi di pasar dan kompetisi telah menciptakan ancaman, berupa semakin banyaknya kompetisi dan meningkatnya kecepatan dalam bisnis. Namun demikian juga memunculkan kesempatan berupa semakin besarnya pasar dan semakin sedikitnya hambatan-hambatan yang akan muncul. Dalam suasana bisnis seperti ini, Fungsi Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam perusahaan harus mampu untuk menjadi mitra kerja yang dapat diandalkan, baik oleh para pimpinan puncak perusahaan, maupun manajer lini. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Stone (1998), bahwa para Manajer SDM saat ini berada dalam tekanan yang tinggi untuk menjadi mitra bisnis strategis, yaitu berperan dalam membantu organisasi untuk memberikan tanggapan terhadap tantangan-tantangan yang berkaitan dengan down sizing, restrukturisasi, dan persaingan global dengan memberikan kontribusi yang bernilai tambah bagi keberhasilan bisnis.  Selama ini Fungsi SDM lebih banyak dilihat sebagai pengelola administrasi personalia atau pengawas dari peraturan perusahaan di bidang ketenaga-kerjaan. Pengalaman penulis yang berkecimpung sebagai praktisi SDM, menunjukkan bahwa Fungsi SDM selama ini lebih banyak berperan dalam hal-hal yang menyangkut penyelenggaraan hubungan industrial di perusahaan, seperti pembuatan Peraturan Perusahaan/Kesepakatan Kerja Bersama, menjalin kerjasama dengan Departemen Tenaga Kerja, menyelesaikan perselisihan antara perusahaan dengan serikat pekerja atau karyawan. Yang lebih menyedihkan lagi bila peran Fungsi SDM hanya dianggap penting saat perusahaan ingin melakukan pengurangan jumlah karyawan.
Selain itu, Fungsi SDM juga seringkali dipersepsikan perannya tidak lebih sebagai pelaksana Administrasi Personalia, yaitu yang mengurus masalah pembayaran gaji karyawan, mengurus cuti karyawan, penggantian biaya kesehatan, dan sebagainya. Demi mendukung para pimpinan puncak dan manajer lini di perusahaan dalam melaksanakan langkah-langkah strategis yang tepat untuk bersaing di pasar global, maka Fungsi SDM dituntut untuk meredefinisi perannya di dalam perusahaan. Tuntutan terhadap peran baru Fungsi SDM sejalan dengan pesan disampaikan oleh Dave Ulrich (1997), seorang Profesor di bidang Pengembangan Perusahaan dari Universitas Michigan: In the field of Human Resources, death rites have been proclaimed, eulogies written and funerals prepared for the demise of the HR Function. But these eulogies are premature. HR as we know it (with images of policy police, regulators, administrative guardians) has passed, and the rise of the new HR is well underwayDari ungkapan di atas, terlihat bahwa peran tradisional Fungsi SDM , yang selama ini ada, tidak dapat lagi dipertahankan sepenuhnya seperti dulu, bila fungsi tersebut ingin tetap hadir di dalam bisnis. Peran tradisional ini bukanlah tidak penting, namun peran tradisional tersebut harus diperluas dan diperkaya. Untuk itulah, maka Fungsi SDM yang ada di perusahaan harus sudah mulai melakukan perubahan perannya, dari pemain peran tradisional yang pasif, menjadi pemain peran yang bertindak proaktif dan memberikan nilai tambah kepada perusahaan.
Peran Baru Menurut Ulrich (1997), Fungsi SDM harus menetapkan standard yang lebih tinggi dari yang telah mereka miliki hingga saat ini. Mereka harus mengerakkan para praktisinya lebih tinggi dari peran sebagai polisi atau penjaga kebijakan atau peraturan, sehingga dapat menjadi mitra, pemain dan pelopor dalam memberikan keuntungan kepada perusahaan. Untuk itulah Ulrich ( 1997) menyarankan 4 peran baru yang harus dimainkan oleh Fungsi SDM dan para praktisinyanya, agar dapat memberikan hasil dan menciptakan keuntungan dari keberadaan mereka di dalam perusahaan, yaitu :
Mitra bisnis strategis Sebagai mitra bisnis strategis, Fungsi SDM dan para praktisinyanya dituntut untuk mempunyai kemampuan dalam menterjemahkan strategi bisnis yang ditetapkan perusahaan , menjadi tindakan-tindakan yang nyata di lapangan. Fungsi SDM dan para praktisinya harus mampu memberikan masukkan-masukkan yang bernilai tambah kepada tim bisnis perusahaan, dalam penyusunan strategi bisnis. Disamping itu, seorang praktisi SDM harus mampu mengembangkan ketajaman pengetahuannya di bidang bisnis, mempunyai orientasi terhadap pelanggan dan mempunyai pemahaman tentang kompetisi yang terjadi dalam bisnis yang dijalani oleh perusahaan.
Ahli di bidang administrasi Sebagai ahli di bidang administrasi, Fungsi SDM dan para praktisinya harus mampu melakukan rekayasa ulang terhadap proses-proses kerja yang dilakukannya selama ini. Dengan demikian proses adminsitrasi di bidang SDM akan menjadi lebih efisien dan efektif dalam melayani kebutuhan manajemen atau para karyawan akan informasi SDM.
Pendukung & pendorong kemajuan karyawan Dalam perannya sebagai pendukung dan pendorong kemajuan karyawan, Fungsi SDM dan para praktisinyanya dituntut untuk mampu mengenali kebutuhan-kebutuhan para karyawan, menyelaraskan kebutuhan-kebutuhan karyawan dengan harapan-harapan perusahaan, dan berupaya keras untuk melakukan langkah-langkah terbaik untuk mendorong agar kebutuhan-kebutuhan tersebut terpenuhi secara optimal. Fungsi SDM dan para praktisinya juga harus mampu untuk menciptakan suasana kerja yang dapat memberdayakan karyawan dan memotivasi mereka untuk memberikan kontribusi terbaiknya kepada perusahaan.
Agen perubahan Dalam kapasitasnya sebagai agen perubahan, Fungsi SDM dan para praktisinyanya dituntut untuk mampu menjadi katalisator perubahan di dalam perusahaan. Fungsi SDM dan para praktisinyanya harus mampu berperan dalam mempercepat dan mengelola proses perubahan yang dicanangkan oleh perusahaan secara efektif. Disamping itu, mereka dituntut pula untuk mampu mengenali hambatan-hambatan yang mungkin dihadapi oleh perusahaan bila perubahan dilakukan. Dengan demikian dapat mencegah terjadinya gejolak sosial, yang kontra produktif di dalam perusahaan.
Permasalahan Untuk mewujudkan peran-peran seperti tersebut di atas, tampaknya bukanlah hal yang mudah. Banyak masalah yang harus dihadapi oleh Fungsi SDM dan para praktisinyanya. Masalah-masalah tersebut antara lain sebagai berikut :
1.      Adanya mitos yang tidak tepat tentang Profesi SDM yang selama ini hidup di masyarakat, para pemimpin perusahaan, maupun di kalangan praktisi SDM sendiri, seperti yang diungkapkan oleh Ulrich ( 1997) berikut ini :
MITOS REALITAS
Orang memilih profesi SDM karena menyukai berhubungan dengan manusia Fungsi SDM tidak dirancang untuk menciptakan aktivitas sosial yang membuat karyawan merasa nyaman, tetapi dirancang untuk membuat karyawan menjadi lebih kompetitif
Setiap orang dapat menjalankan kegiatan di bidang SDM Kegiatan-kegiatan di bidang SDM didasarkan atas teori dan penelitian. Praktisi di bidang SDM harus mampu menguasai keduanya
Fungsi SDM hanya berkaitan dengan sisi lunak dari bisnis, sehingga hasil kerjanya tidak perlu diukur Dampak dari pelaksanaan aktivitas di bidang SDM terhadap bisnis harus dapat diukur. Praktisi di bidang SDM harus mampu menjabarkan pekerjaannya dalam bentuk kinerja yang mempunyai nilai finansial
Fungsi SDM memusatkan perhatiannya pada pengawasan biaya semata Fungsi SDM harus memusatkan perhatiannya pada peningkatan nilai tambah kepada perusahaan, dan bukan menurunkan biaya
Para praktisi di bidang SDM adalah orang-orang yang lemah lembut Para praktisi di bidang SDM pada suatu saat harus mampu untuk bertindak tegas, berdebat, beradu argumentasi, namun tetap suportif
2.      Belum tersosialisasinya pemahaman tentang Fungsi SDM sebagai sebuah profesi yang bersifat multi disipliner (Psikologi, Ekonomi/Manajemen/Bisnis, Hukum, Teknologi Informasi/Manajemen Informasi) di kalangan praktisi SDM. Hal ini terkadang membuat para praktisi SDM hanya memusatkan sejumlah aspek saja dari disiplin ilmu SDM tersebut. Hal ini mungkin terjadi karena para praktisi yang bersangkutan kurang memahami disiplin ilmu lainnya dibandingkan dengan disiplin ilmu yang dikuasainya.
3.      Peran tradisional dari Fungsi SDM di masa lalu membuat banyak praktisi SDM yang mempunyai keterbatasan dalam memahami strategi bisnis dan keuangan perusahaan secara menyeluruh
4.      Mahalnya investasi di bidang Sistim Informasi SDM (Human Resources Information System) Beberapa Saran Masalah-masalah yang diungkapkan di atas tentunya perlu dicarikan jalan keluarnya. Penulis memahami bahwa masalah-masalah tersebut, bukanlah hal yang mudah untuk diselesaikan. Atas dasar pemikiran itulah, penulis mencoba untuk mengusulkan alternatif pilihan penyelesaian masalah berikut ini, untuk menjadi bahan renungan dan pertimbangan, khususnya bagi para praktisi SDM.
Penulis menyadari bahwa alternatif-alternatif yang diusulkan di bawah ini, bukanlah seperti sebuah obat mujarab yang langsung dapat menyembuhkan penyakit, namun lebih sebagai sebuah proses berkesinambungan yang sebaiknya perlu mulai dilakukan.
1.      Para praktisi SDM sudah selayaknya menanamkan kesadaran bahwa dalam setiap kebijakan yang dibuat maupun tindakan yang dilakukan, haruslah memberikan nilai tambah kepada perusahaan. Nila tambah ini tidak saja bersifat kualitatif, tetapi juga kuantitatif, yang dapat diukur keberhasilannya. Untuk itulah dalam penyusunan sasaran-sasaran sebaiknya didasarkan atas kriteria-kriteria SMART (Specific, Measurable, Achieveable, Realistic, Time Frame), yang berati bahwa setiap sasaran yang dibuat harus jelas, dapat diukur, dapat dicapai, realistis, dan mempunyai ukuran waktu yang jelas. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam menyusun sasaran-sasaran di bidang SDM, antara lain Performance Management, Balance Scorecard, dll*. (lihat penjelasan istilah)
2.      Untuk meluaskan wawasannya di bidang SDM, maka para praktisi SDM diharapkan untuk dapat secara aktif terlibat dalam membangun jaringan SDM melalui asosiasi-asosiasi SDM, baik yang bersifat lintas bisnis maupun bisnis sejenis.
3.      Untuk menjadi mitra bisnis strategis, maka para praktisi SDM perlu lebih banyak meluangkan waktu untuk membaca buku-buku/koran/majalah atau mendengarkan ulasan-ulasan di bidang bisnis, bertukar-pikiran dengan para praktisi bisnis di dalam perusahaan, maupun di luar perusahaan, dan secara proaktif memberikan saran-saran kepada manajemen puncak di perusahaan tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh Fungsi SDM dalam mendukung keberhasilan bisnis perusahaan.
4.      Meningkatkan pengetahuan di bidang finansial dengan cara bertukar pikiran dengan para praktisi keuangan di dalam perusahaan, maupun dengan menghadiri pelatihan mengenai keuangan, yang dirancang khusus bagi para manajer/praktisi di luar Bidang Keuangan.
5.      Fungsi SDM dapat memberikan pelayanan yang cepat dan tepat di bidang administrasi kepada manajemen dan para karyawan antara lain melalui penggunaan teknologi tepat guna di bidang sistim informasi (HRIS), evaluasi proses kerja, implementasi pendekatan Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management), dan sebagainya.
6.      Agar menjadi pendukung dan pendorong kemajuan karyawan, Fungsi SDM perlu menyelengarakan program-program pelatihan dan pengembangan yang dibutuhkan para karyawan untuk dapat melaksanakan tugasnya secara efektif. Misalnya program pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan dalam berkomunikasi, mengelola waktu kerja, menetapkan sasaran kerja, dan kepemimpinan. Disamping itu para praktisi SDM perlu meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam bidang-bidang yang berkaitan dengan komunikasi interpersonal dan komunikasi di dalam perusahaan, pengembangan dan pendidikan karyawan, serta kemampuan dalam menyusun strategi remunerasi yang tepat. Mengikuti pelatihan yang terkait dapat menjadi salah satu alternatif. Alternatif lainnya adalah dengan membangun hubungan yang akrab dengan para karyawan melalui kegiatan olah raga maupun rekreasi. Dengan kegiatan olah raga dan rekreasi ini, diharapkan akan terjalin komunikasi yang lebih baik dengan para karyawan.
7.      Fungsi SDM harus dapat memberikan contoh kepada fungsi-fungsi lain di dalam perusahaan dalam hal memulai dan menerima perubahan. Fungsi SDM dapat terus menyempurnakan proses kerjanya, melalui umpan balik yang diterima dari hasil audit internal di bidang SDM, survey pendapat karyawan, maupun dengan menerapkan prinsip-prinsip yang menekankan pada upaya untuk selalu melakukan perbaikan-perbaikan mutu secara berkesinambungan dalam setiap kebijakan yang dibuat atau dalam setiap tindakan yang dilakukan.
8.      Mengingat mahalnya perangkat lunak sistim informasi SDM (HRIS), maka mengembangkan sendiri sistim informasi SDM merupakan salah satu kiat yang dapat dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan ahli-ahli yang ada di dalam perusahaan atau tenaga ahli lepas. Sistim yang dikembangkan ini, harus didasarkan atas hasil survey dan analisa yang mendalam mengenai kebutuhan dan manfaat yang diperoleh dari investasi bidang HRIS ini. Kiat yang lain adalah dengan melakukan outsourcing kebutuhan HRIS kepada pihak diluar perusahaan.
Penutup Peran dari Fungsi SDM dan para praktisinya saat ini dan di masa yang akan datang harus pararel dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada dalam perusahaannya yang senantiasa berubah dengan cepat, sejalan dengan terjadinya globalisasi. Dalam atmosfir perusahaan seperti ini Fungsi SDM dan para praktisinya dituntut untuk mulai melakukan perubahan yang mendasar dalam memainkan perannya di perusahaan. Dengan perubahan ini, maka Fungsi SDM dan para praktisinya dapat memberikan nilai tambah kepada bisnis perusahaan. Mereka harus mampu untuk menjadi mitra strategis yang handal bagi pimpinan puncak perusahaan, ahli di bidang administrasi, pendukung dan pendorong kemajuan karyawan, dan agen perubahan yang selalu siap untuk menjadi katalisator terhadap perubahan yang digulirkan oleh perusahaan. Peran tradisional sebagai pelaksana administrasi dan penjaga peraturan sudah selayaknya diperbaharui dan diperluas. Untuk mewujudkan peran seperti yang diharapkan di atas, tentunya memerlukan kerja keras dan tekad yang kuat dari para praktisi SDM untuk secara terus-menerus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya di bidang-bidang yang selama ini mungkin kurang mendapatkan perhatian, seperti bisnis dan finansial, maupun di bidang-bidang yang selama ini menjadi bagian dari Fungsi SDM (Rekrutmen dan Seleksi, Pelatihan, Administrasi Personalia, Hubungan Industrial, dsbnya) . Investasi di bidang sistim informasi SDM juga layak untuk dipertimbangkan, sebagai salah cara yang dapat dilakukan untuk membuat kinerja dari Fungsi SDM menjadi lebih efisien dan efektif.
(jp) Penjelasan Istilah: Performance Management adalah sebuah konsep atau pendekatan yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dan kinerja individual dari karyawan. Tujuan dari performance management ini adalah untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan kinerja karyawan secara keseluruhan, dengan cara menyelaraskan sasaran-saaran yang ingin dicapai perusahaan dan sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh individu karyawan, dan secara berkesinambungan mengevaluasi kemajuan yang dicapai dari sasaran-sasaran tersebut. Balance Scorecard adalah salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan. Pendekatan ini dilakukan dengan cara mengkombinasikan pengukuran-pengukuruan tradisional yang menggunakan parameter finansial dengan pengukuran-pengukuran yang bersifat non-finansial. Pendekatan ini dapat memberikan para manajer informasi yang lebih kaya dan lebih relevan tentang aktifitas-aktifitas yang dikelolanya. Balance scorecard secara klasik mempunyai 4 parameter/struktur yang harus diukur, yaitu :
1.      Perspektif finansial (mis : keuntungan, pertumbuhan, biaya, dll)
2.      Perspektif pelanggan (mis : persepsi terhadap harga, kualitas pelayan, kepuasan pelanggan, dll)
3.      Perspektif internal (mis : daur waktu, produktifitas, proses kerja, dll)
4.      Perspektif belajar dan tumbuh (mis : Pengetahuan, pengembangan produk, pelatihan, dll)
** Penulis adalah Psikolog lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan praktisi SDM di sebuah perusahaan multinasional.

http://rohadi.wordpress.com/2007/06/15/peran-peran-baru-bagi-fungsi-sumber-daya-manusia-dan-para-praktisinya/

Pengertian Promosi

Dunia marketing dalam BERITA'KU akan mulai membahas Promosi. Siapa sih yang enggak kenal promosi? Tapi apakah semua orang tau Arti Promosi atau Pengertian Promosi?Bagi para pemilik usaha dari yang kecil hingga besar pastinya sudah pernah mengenalnya, yang belum kenal segera berkenalan! Sadar atau tidak, kebanyakan orang pernah melakukan promosi, terlebih para pemilik usaha. Entah itu jualan pulsa, jualan koran, jualan sayur, jualan gorengan, jualan nasi kucing, jualan sandal jepit, jualan HP, jualan motor dan lain sebagainya, hingga usaha level atasnya seperti hipermarket, agen, showroom, factory outlet, departemen store, dan sebagainya, sebagian besar dari mereka pasti pernah melakukan yang namanya promosi. Contoh sederhananya liat saja gambar dipojok kiri atas artikel!itu adalah salah satu bentuk promosi juga loh, yaitu promosi blog. Promosi atau yang sering disingkat dengan promo sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari karena sudah banyak pihak yang melakukanya. 

Meskipun sudah banyak yang melakukan promosi namun tak semua orang yang melakukan itu mengartikan bahwa apa yang dilakukanya adalah termasuk kegiatan promosi. Oleh sebab itu banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah berpromosi, seperti yang dialami oleh ibu Sarmi seorang pedagang pakaian disalah satu pasar tradisional daerah Klaten Jateng. Beliau memasang sebuah tulisan bertuliskan diskon 20% pada sebuah tumpukan pakaian, “oh, tulisan itu buat menarik perhatian pembeli biar kayak diswalayan-swalayan besar itu loh—kalo promosi itu setahu saya iklan kayak di TV-TV itu”, kata bu Sarmi menjelaskan tentang maksud dari tulisan diskon 20% itu. Ibu Sarmi tidak tahu bahwa tulisan diskon 20% itu adalah salah satu bentuk promosi.  

Apa itu PROMOSI? Promosi adalah suatu usaha dari penjual/produsen dalam menginformasikan barang/jasa kepada pembeli/konsumen, agar pembeli/konsumen itu tertarik untuk melakukan transaksi pembelian atau pertukaran atas produk barang/jasa yang dijual atau ditawarkan. Promosi merupakan salah satu alat komunikasi antara penjual dengan pembeli yang sangat diperlukan dalam kegiatan usaha bisnis. Dengan promosi penjual bisa menyebar luaskan informasi usaha bisnis, mempengaruhi atau membujuk pembeli/konsumen, dan juga bisa mengingatkan agar barang/jasa yang kita jual tidak terlupakan dari benak para konsumen. 

Dengan dilakukannya kegiatan Promosi bisa membuat sebuah usaha semakin dikenal dan diketahui oleh banyak orang. Jika sudah dikenal dan diketahui oleh banyak orang maka kemungkinan pembeli barang/jasa yang dijual akan semakin banyak. Jika pembelinya banyak pastinya kesempatan memperoleh keuntunganpun akan semakin terbuka lebar dan usaha bisnis juga akan semakin berkembang menjadi lebih besar.

http://beritawonganteng.blogspot.com/2010/04/arti-promosi-atau-pengertian-promosi.html

Definisi/Pengertian Promosi, Fungsi/Tujuan & Bauran Promosi / Promotional Mix Produk

Dalam tulisan kali ini akan sedikit membahas secara ringkas mengenai promosi atau yang sering disingkat dengan promo yang sudah pasti tidak asing lagi dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan dilakukannya kegiatan promosi perusahaan mengharapkan adanya peningkatan angka penjualan dan keuntungan.
Mulai dari tukang sayur, tukang gorengan, tukang bakmi, tukang obat, dll sampai yang level kakap seperti hipermarket, agen, showroom, factory outlet, departemen store, dsb sering memberikan promo kepada para pelanggannya untuk mendapatkan loyalitas konsumen yang sudah ada serta mendapatkan konsumen baru.
Beberapa contoh-contoh promosi / promo dalam keseharian kita :
- Kirim 1 sms dapat 5 sms ke sesama operator
- Beli satu bungkus cukuran kumis dapat satu gratis
- Beli 3 barang Rp. 10.000,- beli satu barang Rp. 4.000,-
- Diskon 70% untuk produk pakaian tertentu di department store
- Beli paket fast food di sore hari dapat harga khusus
- Pasang iklan di tv dan radio agar banyak orang tahu produk perusahaan
A. Arti Definisi / Pengertian Promosi
Promosi adalah suatu usaha dari pemasar dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya.
B. Tujuan Promosi
1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial
2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit
3. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan
4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar
5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing
6. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.
C. Promotional Mix / Bauran Promosi
Bauran promosi merupakan gabugan dari berbagai jenis promosi yang ada untuk suatu produk yang sama agar hasil dari kegiatan promo yang dilakukan dapat memberikan hasil yang maksimal. Sebelum melakukan prmosi sebaiknya dilakukan perencanaan matang yang mencakup bauran promosi sebagai berikut :
1. Iklan seperti iklan koran, majalah, radio, katalog, poster, dll.
2. Publisitas positif maksimal dari pihak-pihak luar.
3. Promosi dari mulut ke mulut dengan memaksimalkan hal-hal positif.
4. Promosi penjualan dengan ikut pameran, membagikan sampel, dll.
5. Public relation / PR yang mengupayakan produk diterima masyarakat.
6. Personal selling / penjualan personil yang dilakukan tatap muka langsung.

http://organisasi.org/definisi-pengertian-promosi-fungsi-tujuan-bauran-promosi-promotional-mix-produk

Promosi Prawatan Spa dirumah Lulur

Kami hadir...
Dengan konsep sederhana ala rumahan namun dengan produk yang berkualitas dan diolah dari bahan2 alami pilihan dari Pulau Bali dengan harga yang terjangkau. Ditengah kesibukan dan rutinitas yang padat, kami bisa membantu anda untuk melepaskan stress dan manjakan diri dengan menikmati beragam perawatan tubuh ala ‘Roemah Lulur’ diantaranya ;
Body Massage dengan menggunakan massage oil aromatherapy yang berfungsi melancarkan peredaran darah serta merilekskan otot2 dan pikiran. Body scrub yang berfungsi mengangkat semua kotoran serta sel kulit mati yang menyumbat pori-pori serta membantu merangsang pertumbuhan sel kulit yang baru yang terdiri dari ekstrak green tea, kopi, coklat, honey, pearl, dll
Steam yang berfungsi membuka pori2 dan meningkatkan kemampuan pori2 untuk menyerap nutrisi kedalam kulit.
Body mask yang berfungsi menjaga kelembaban kulit dan mengencangkan kulit
Ratus / Vagina Spa yang berfungsi menghilangkan keputihan, mengharumkan area ******, menambah kemesraan (terutama pasangan suami isteri nih..)
Peluntur Lemak yang berkhasiat melunturkan lemak pada beberapa bagian tubuh yang bermasalah dengan kelebihan lemak. Kami pun menjual kemasan praktis yang dpt digunakan sendiri dirumah dengan harga terjangkau dari Pulau Bali product by 'House Of Altara Bali' Merupakan Rumah Industri Kecantikan dari Pulau Dewata Bali yang memproduki aneka ragam produk2 perawatan tubuh dari rambut hingga kaki. Seluruh bahan diambil dan diolah dengan bahan2 alami pilihan dari Pulau Bali sehingga aman digunakan dan tanpa merkury maupun pengawet.
Contact Detail
Nama :   Nn. nieta
Nomer HP :  021-930-52565 / 0818-996242
Nomer Telpon :  021-930-525-65/ 0818-996242
Alamat :  Griya Lembah Depok Blo A3 No. 8
Depok 16417, Jawa Barat - Indonesia

Promosi Peluang Usaha Warabala Makanan

Franchise makanan atau waralaba makanan tergolong bisnis yang banyak diminati. Selain keuntungannya tergolong moncer, investasi yang dibutuhkan untuk bisnis waralaba makanan juga cukup bervariasi. Mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah.
Nah, mulai hari ini FranchiseWaralaba.com akan menyajikan profil waralaba makanan lokal. Semua informasi dikutip dari sumber resmi waralaba bersangkutan. Untuk kali pertama, akan dibahas My Bento.
Ringkasan Exclusive
My Bento hadir sebagai nuansa baru bisnis makanan jepang yang menjawab permintaan pasar akan adanya sebuah layanan yang memungkinkan konsumen dapat menikmati hidangan Jepang dengan cita rasa tinggi, dengan harga terjangkau. My Bento diharapkan dapat menjadi leader dalam menghadapi pesaing-pesaing yang telah ada (franchise-franchise besar baik lokal maupun International)
Mengingat masakan jepang sangat khas, baik rasa maupun bahannya. My Bento berinovasi dalam menu dengan harapan mudah diterima pas dengan selera dan rasa orang Indonesia.
My Bento 100% HALAL, karena kami manajemen berkomitmen dan memastikan bahwa bahan baku kami dapat dipertanggung jawabkan. Dengan kemasan yang unik kami jual dalam paket lengkap bento. Seperti di negara asalnya produk ini sangat digemari karena kepraktisannya .
Dengan sistem usaha yang telah kami bangun, memungkinkan patner/para calon patner usaha dengan mudah dapat mempelajari serta menduplikasikan sistem yang ada tanpa perlu membangun lagi, sehingga para calon patner dapat lebih mudah mengembangkan usahanya tanpa perlu memiliki pengalaman tertentu.
Keistimewaan resep My Bento terutama pada bahan baku yang dipastikan halal dan rasa yang dapat diterima oleh konsumen di Indonesia karena mengingat dinegara asal nya menu yang disajikan dalam outlet kami memiliki cita rasa yang begitu lekat dan khas sehingga kami mengkreasi menu ini sehingga dapat di terima di lidah konsumen dan hal ini yang membedakan My Bento dengan para pesaingnya. System My Bento yang telah dikembangkan lebih dari 2 tahun terakhir.
My Bento melayani pasar mahasiswa, pekerja bisnis, dan pembeli kelas menengah atas dan bawah yang telah terbentuk dan sering mengunjungi tempat makan yang khas. Ditengah lautan outlet menu siap saji saat ini My Bento menawarkan menunya yang inovatif dan menarik.
Dengan jumlah gerai yang semakin lebar saat ini makan My Bento menjadi peluang yang terbuka lebar bagi anda yang ingin mulai usaha dengan invest yang relative rendah dan terjangkau untuk membuka usaha dengan kelas hidangan bintang lima dengan harga yang lebih terjangkau oleh setiap kalangan hal ini akan membuat pasar semakin tertarik untuk mencoba menu yang ada di daerah anda.
Dengan sistem usaha yang telah kami bangun, memungkinkan patner/ para calon patner usaha dengan mudah dapat mempelajari serta menduplikasikan sistem yang ada tanpa perlu membangun lagi, sehingga para calon patner dapat lebih mudah mengembangkan usahanya tanpa perlu memiliki pengalaman tertentu.
Sekilas Tentang Cita Rasa Jepang
Keistimewaan resep My Bento terutama pada bahan baku yang dipastikan halal dan rasa yang dapat diterima oleh konsumen di Indonesia karena mengingat dinegara asal nya menu yang disajikan dalam outlet kami memiliki cita rasa yang begitu lekat dan khas sehingga kami mengkreasi menu ini sehingga dapat di terima di lidah konsumen dan hal ini yang membedakan My Bento dengan para pesaingnya. My Bento melayani pasar mahasiswa, pekerja bisnis, dan pembeli kelas menengah atas dan bawah yang telah terbentuk dan sering mengunjungi tempat makan yang khas. Ditengah lautan outlet menu siap saji saat ini My Bento menawarkan menunya yang inovatif dan menarik.
Dengan jumlah gerai yang semakin lebar saat ini My Bento menjadi peluang yang terbuka lebar bagi anda yang ingin mulai usaha dengan invest yang relative rendah dan terjangkau untuk membuka usaha dengan kelas hidangan bintang lima dengan harga yang lebih terjangkau oleh setiap kalangan hal ini akan membuat pasar semakin tertarik untuk mencoba menu yang ada di daerah anda.
My Bento terus berinovasi dengan kemajuan yag semakin cepat dari tuntutan pasar yang memungkinkan banyak pesaing yang mulai masuk pada segmen pasar yang sama. Sehingga persaingan tidak dapat dihindarkan lagi namun dengan pelopor penggunaan produk atau bahan baku yang terbukti dan memiliki label HALAL ini akan menjadikan My Bento tetap menjadi leader dalam market yang telah dibentuk dan terus berubah.
Mengingat masakan japan sangat khas, baik rasa maupun bahannya. Masakan jepang sangat sedikit menggunakan bumbu. Bumbu yang biasa digunakan dalam masakan jepang berupa dashi (kaldu). Masakan jepang yang Original (menggunakan bumbu-bumbu khas Jepang) namun masalahnya belum tentu sesuai dengan selera orang Indonesia. Karena itu, resep yang di pakai My Bento berinovasi dalam menu dengan harapan mudah diterima pas dengan selera dan rasa orang Indonesia. Namun tidak menutup kemungkinan untuk Konsumen kelas atas dapat menikmati product My Bento karena rasanya yang orisinil dari resep Japan tidak berubah.
Keuntungan Mitra Usaha
· Modal Investasi sangat kecil
· Modal Investasi cepat kembali hanya dalam 8 bulan
· Dapat menjadi Passive Income ANDA
· Bisnis jangka panjang
· Harga Produk yang sangat terjangkau
· Penghasilan Tidak Terbatas.
· Kepuasan Tidak Terbatas ( My Bento Foundation)
· Anda Tidak Berbisnis Sendiri (Jaringan)
· Tidak Perlu Pengalaman
Siapa Calon Mitra “My Bento”?
1. Karyawan-karyawan
2. ibu-ibu yang baru ingin memulai usaha atau ingin sukses menjadi
3. Pengusaha yang bisa melihat peluang baru
4. Para Karyawan yang ingin mempersiapkan bisnis dimasa pensiunnya
5. Pelaku usaha yang ingin membuka usaha baru
6. Mahasiswa, sarana yang hendak berwirausaha
kalau anda salah satu diantara diatas maka anda cocok untuk mulai usaha My bento.
Syarat Calon Patner
1. Menyukai Jenis/ bisnis ini
2. Komitmen untuk mematuhi standarisasi bisnis My Bento
3. Memahami keuntungan dan kerugian bergabung dengan bisnis My Bento
4. Melakukan pengawasan secara menyeluruh atas peralatan, disiplin karywan dan kebersihan outlet.
5. Melakukan pembelian bahan baku sesuai standard My Bento
6. Secara terus menerus memberi support kepada karyawan dalam tugas sehari-hari
7. Melakukan promosi min radius 1 km dari outlet
My Bento ini membidik
1. Pasar menengah
2. Menengah kebawah Khusus nya dan
3. Menengah atas pada Umumnya
Alternatif tempat yang cocok untuk Patner “My Bento” :
1. Kampus,
2. Kantin sekolah,
3. Perkantoran,
4. Kantin,
5. Rumah sakit,
6. Area Bazaar,
7. Pusat Transportasi ( mis: terminal bus, station ),
8. Pasar,
9.Tempat Rekreasi,
10.Garasi atau halaman depan rumah dan tempat lain yang menjadi pusat aktivitas.

http://www.franchisewaralaba.com/2009/07/14/peluang-usaha-waralaba-makanan-bag-1/

Promosi Usaha di Waktu yang PAS

Prefere 72 – Dago, 17.22 wib, karena di sini blum ada wi fi, jadi baru di-upload pukul 02.03 wib, teuteup at cozy home..
Hmm..Kadang kita selalu berpikir, saya sih sebenarnya yg selalu berpikir..
Gmana ya promosi usaha yg efektif? murah? dan tepat sasaran..
simple-nya sih begini katanya, lakukan promosi ke sebanyak mungkin orang, kapanpun dan dimanapun..
Layaknya nelayan menebar jalanya di tengah lautan kala menangkap ikan.. pastilah ada beberapa yang nyangkut..
Nah pengalaman promosi yg baru-baru ini saya alami cukup kocak dan menggelitik.. khususnya bagi para jomblo termasuk saya..
Anda tertarik? silahkan lanjutkan membaca tulisan ini =)
Begini ceritanya, Anda pernah kan hadir di suatu acara pernikahan? Kawan, Kerabat atau Saudara sekalipun..
Nah kemaren,tepatnya hari Sabtu di 22 Desember, bertepatan dengan hari Ibu, saya memperoleh 3 undangan pernikahan sekaligus dalam satu hari..
Senang dan repot bercampur aduk.. Senang karena bisa bertemu dengan teman-teman dan bersilaturahmi, dan hadir di acara bahagia kawan yang melangsungkan acara pernikahan.. Repot, karena jadwalnya berdekatan, dua di siang hari, dan satu di malam hari. Repotnya adalah ketika harus membawa baju batik 2 biji, iyalah dua, masa mau make baju yg sama dipake siang dan malam, apa gak bau tuh hehehe.. Kesang meeenn!!
Yang menarik adalah di acara pernikahan yang terakhir, yaitu pada malam hari, ketika salah seorang teman wanita saya memperkenalkan teman wanitanya..
“Hai Wibi, ini kenalin temen gw, yg waktu itu mau mesen poster”, katanya.. “Namanya Savitri”, katanya lagi.
“Owiya, yg dulu pernah nelepon ya?”, tanyaku. “Gw Wibi, temennya Cinta”, aku memperkenalkan diri pada wanita manis berjilbab bernama Savitri.
Iya, teman wanita itu bernama Cinta, yang memperkenalkanku pada Savitri.
“Rumahnya dmana? Kos ato Rumah sendiri?”, tanyaku polos.
“Ih Wibi kok buru-buru amat sih, to the point gitu”, heran Cinta..
“Lho kenapa gitu Cin? Kan mau nawarin laundry, siapa tau mau cuci pakaiannya”, aku bersilat lidah..
“Oh..”, dengan nafas lega Cinta berbicara. “Iya Vit, Wibi juga punya usaha laundry di Tubagus, dia Wiraswasta”, puji Cinta pada diriku..
Wah waktu itu serasa terbang perasaanku dipuji seorang Cinta..Bagaimana tidak, Cinta kan juga cantik..Sedangkan diriku? siapa sih Wibi..
Back to the topic,laundry-nya dimana gitu Wib?”, Savit mulai penasaran.
“Wah mulai nih nanya-nanya”, gumamku. Ok, aksi promosi dimulai.. Dimulai karena Savitri mulai masuk dalam “perangkapku”, perangkap jualan maksudnya hehe..
Di jalan Tubagus Ismail Raya No.22, tepat di depan Mess Bank Indonesia”, jawabku dengan penuh antusias.. Iyalah kudu antusias, namanya juga jualan..
Kemudian aksi berlanjut, “Nomer HP-nya berapa? Supaya bisa antar jemput nantinya”, aku bertanya. Wah enak ni usaha laundry, bisa jadi alasan berkenalan dan nanya nomer HP, “lumayan mumpung masi searching”, gumamku dalam hati..Dasar gombal Lu Bi.. eitss, gombal gak papa, asal bisa membuktikan kegombalannya, bukan sekedar bull shit, iya bull shit yang cuma omong kosong doang, yang cuma mau gaya doang, dan yang cuma lainnya, lainnya and so on.
Terus langsung dengan aksi berikutnya. Kebetulan aku punya usaha percetakan juga. Di percetakan itu, aku biasa mengerjakan pesenan undangan pernikahan, kalender, dan lain-lain yang berbau cetak-mencetak. Bisa jadi senjata untuk tahu status Sang Wanita yang kita ajak ngobrol juga ni.. Begini triknya..
“Udah punya calon?”, tentu bertanyanya harus dengan nothing to loose supaya hati siap apapun jawabannya..
Misal jawabannya udah.. Nyesek kan Lu hahaha… eitss salah Lu, aku bisa berkelit lagi.. “Wah bisa nyetak undangan di gw dong”, harga mah bisa diatur.. Ini sebenarnya excuse karena sudah patah hati duluan tea haha.. Gak papa, masi ada peluang untuk tetap menghasilkan uang… Tinggal di folow up aja terus..
Kalo jawabannya belum.. Ini yang ditunggu-tunggu kan.. Selanjutnya mah terserah Anda, mau dilajutkan atau bagaimana.. Yang penting mah, jualan jalan, searching juga lanjut terus….
Begitulah nasib jomblo karena pilihan… halah, excuse again.. Nah bagi temen-temen yang terinspirasi dari cerita di atas, boleh kok Kalian “mencatut” nama laundry clean and fresh untuk cuci mencuci dan Widagdo Production untuk cetakan, ada komisilah yang pasti hehe.. Yang penting, You senang, Ai senang kita jalan, Lu susah, cari dulu temen yang lain, kalo udah sukses, baru bagi-bagi ke Ai hehhee…
Untuk hal catut-mencatut ini, ketika aku share mengenai pengalaman ini, sudah banyak temen-temen yang bersedia ternyata.. Bahkan Gitong, Sang Kepala Budayawan Siawares, yang juga ahli campaign dan pemilik GagasImaji- suatu usaha Desain Website-, bilang, “Wah promosi yang cerdas Wib, maulah gw jadi markteting Lu”, tegasnya.
Iyalah, bisa jadi senjata untuk mengenal dan mengetahui status Sang Wanita dengan cepat dan akurat sekaligus berjualan hehe.. Malah ada yang menawarkan untuk membeli franchise laundry ini.. “Bi, aku yang pertama beli ya kalo udah di-franchise-kan”.. Tuh kan peluang yang bisa jadi duit lagi hehehe..
Selamat berpromosi dan searching wanita idaman Kalian masing-masing.. Perjalanan ini masi panjang Kawan, jadi nikmati sajalah… (curhat colongan mode on..)

http://wibiarie.wordpress.com/2007/12/24/promosi-usaha-di-waktu-waktu-yang-pas/

Strategi Memilih Lokasi Usaha

Dalam strategi pemasaran, adanya pemilihan lokasi usaha yang strategis menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan pemasaran dari sebuah usaha. Semakin strategis lokasi usaha yang dipilih, semakin tinggi pula tingkat penjualan dan berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah usaha. Begitu juga sebaliknya, jika lokasi usaha yang dipilih tidak strategis maka penjualan pun juga tidak akan terlalu bagus.
Untuk itu sebelum Anda memulai sebuha usaha, pilih terlebih dahulu tempat usaha yang paling tepat untuk pemasaran usaha Anda. Lakukan riset dan bandingkan beberapa pilihan tempat sebelum akhirnya Anda menentukan lokasi yang paling strategis bagi usaha Anda. Berikut beberapa faktor yang sebaiknya Anda perhatikan, sebagai bahan pertimbangan strategi memilih lokasi usaha.
1. Tingkat kepadatan penduduk sekitar lokasi
Usahakan memilih lokasi usaha yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi. Semakin tinggi kepadatan penduduk di suatu lokasi, maka semakin besar pula potensi pasar sebuah usaha. Coba saja bandingkan pendapatan usaha yang lokasinya di daerah pedesaan dengan usaha yang berada di daerah perkotaan, omset yang diperoleh akan sangat jauh berbeda.
2. Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi
Besar pendapatan masyarakat yang ada di sekitar lokasi juga mampu mempengaruhi usaha yang akan Anda bangun. Sebab, tingkat pendapatan masyarakat juga akan berpengaruh terhadap daya beli konsumen. Jika Anda ingin menjalankan usaha dengan produk yang harganya sedikit tinggi, sebaiknya pilih lokasi yang daya belinya cukup tinggi ( misalnya di kota – kota besar ). Sedangkan bila ingin menawarkan produk dengan harga yang relative murah, tidak akan jadi masalah jika Anda memilih lokasi usaha yang daya beli masyaratnya kurang untuk. Karena konsumen di daerah tersebut lebih mementingkan harga murah, dibandingkan memperhatikan kualitas produk yang dijual.
3. Memperhatikan tingkat keramaian lalu lang kendaraan yang lewat
Perhatikan trafik lalu lalang kendaraan atau pejalan kaki yang lewat, karena hal ini juga mempengaruhi jenis usaha yang cocok di daeah tersebut. Untuk daerah yang dilalui pejalan kaki, usaha toko kelontong atau usaha minuman dingin cocok untuk dibangun di daerah tersebut. Sedangkan untuk lokasi yang banyak dilalui kendaraan bermotor, bisa mencoba usaha bengkel yang lebih dibutuhkan. Sesuaikan jenis usaha Anda dengan para konsumen yang lalu lalang di lokasi tersebut.
4. Banyaknya usaha yang menduukung lokasi tersebut
Semakin banyak usaha yang ada di sekitar lokasi, maka konsumen yang datang ke lokasi tersebut juga semakin ramai. Karena di lokasi tersebut terdapat berbagai macam usaha yang menyediakan produk yang berbeda pula, sehingga para konsumen lebih tertarik datang ke lokasi yang terdapat berbagai macam usaha. Misalnya saja lokasi pasar, atau mall yang selalu ramai pengunjung.
5. Sesuaikan dana dengan lokasi usaha yang akan dipilih
Biasanya lokasi usaha yang ada di keramaian seperti mall, atau di pinggir jalan yang strategis harga sewanya lebih mahal dibandingkan lokasi usaha yang kurang strategis. Untuk itu sesuaikan dana yang Anda miliki, dengan lokasi usaha yang di pilih. Jangan memilih lokasi yang harga sewanya mahal, tetapi ternyata tidak ramai pengunjung.
6. Pilih lokasi usaha yang tingkat kompetisinya rendah
Jika di lokasi tersebut sudah banyak usaha yang sejenis dengan usaha Anda, sebaiknya lokasi ini dihindari. Namun jika Anda yakin karena posisinya yang sangat strategis, Anda harus siap bersaing dengan menciptakan inovasi baru yang dapat membedakan usaha Anda dengan usaha lain yang sejenis.
7. Perhatikan pula akses menuju lokasi usaha
Usahakan pilih lokasi yang mudah di akses oleh para konsumen. Jika memungkinkan, pilih lokasi usaha yang dilalui transportasi umum. Agar konsumen yang tidak memiliki kendaraan pribadi juga bisa menjangkau lokasi usaha Anda.
8. Tingkat keamanan yang mendukung
Lokasi usaha yang aman juga menambah kenyamanan para konsumen. Mereka tidak akan ragu meninggalkan kendaraan mereka di tempat parkir, dan bisa meninkmati pelayanan usaha Anda dengan merasa nyaman. Dengan lingkungan yang aman, Anda bisa mengurangi resiko pencurian maupun perusakan yang bisa terjadi pada usaha yang ada di lokasi kurang aman.
9. Dan yang ke-9 adalah, perhatikan kebersihan lokasi usaha
Konsumen tidak akan mengunjungi sebuah toko, warung ataupun sebuah outlet yang berada di lingkungan kotor atau kumuh. Mereka akan merasa ragu untuk membeli produk Anda. Untuk itu jaga kebersihan lingkungan sekitar Anda, agar konsumen merasa nyaman berkunjung ke lokasi usaha Anda.
Tips
Sebelum membuka usaha sebaiknya Anda harus mengetahui apakah bangunan yang disewa atau yang Anda dirikan semua perijinannya sudah beres, seperti ijin mengenai analisa dampak lingkungan ( AMDAL ), ijin mendirikan bangunan ( IMB ), serta ijin gangguan ( HO ). Agar tidak terjadi kejadian tidak terduga, yang akan merugikan usaha yang Anda jalankan. Banyaknya peristiwa tempat usaha yang dihancurkan hanya karena tidak memiliki ijin, dapat menjadi pelajaran penting bagi Anda yang sedang mencari lokasi usaha.  Salam sukses.

http://bisnisukm.com/strategi-memilih-lokasi-usaha.html